Recent Posts

KISAH ALI DIA : Penipu Terhebat Dalam Sejarah Liga Inggris

Tahun 1996 mungkin menjadi tahun yang tidak dapat dilupakan oleh mantan pelatih Blackburn Rovers dan Newcastle United berkebangsaan Skotland... thumbnail 1 summary
Tahun 1996 mungkin menjadi tahun yang tidak dapat dilupakan oleh mantan pelatih Blackburn Rovers dan Newcastle United berkebangsaan Skotlandia Grame Souness, betapa tidak kisahnya di tahun itu mungkin menjadi cerita paling menghebohkan yang pernah terjadi di dunia sepakbola modern. 

Kisah itu bermula ketika Souness (Pelatih Southampton saat itu) menerima telepon dari seseorang yang mengaku dirinya George Weah pemain tim nasional Liberia kala itu dan Pemain Terbaik Dunia tahun 1995 yang bermaksud menawarkan salah seorang sepupunya yang diceritakan pernah bermain di klub Paris Saint Germain dan memiliki 13 caps di tim nasional Liberia. 

Bahkan seseorang yang mengaku Weah itu mengatakan pada Souness bahwa pemain itu bisa menjadi pemain sepakbola yang hebat di masa yang akan datang. 

Mendengar hal tersebut Souness percaya dan berencana menawarkan kontrak percobaan selama 1 Bulan. Usut punya usut ternyata pemain tersebut bernama Ali Dia, pria kelahiran Dakkar, Senegal 20 Agustus 1965 ini berhasil meyakinkan Souness untuk berlatih di kamp latihan Southampton. 

Hari pertama latihan tak ada yang aneh dari seorang Ali Dia, mungkin hal tersebut dikarenakan porsi latihan ringan yang membuat seluruh pemain tampak tidak sepenuhnya mengeluarkan kemampuan terbaiknya. 

Hingga akhirnya muncul kesempatan bagi Dia untuk bermain di Level pertandingan ketika Southampton Reserve akan berhadapan dengan Arsenal Reserve, namun keberuntungan masih menaungi Ali Dia, pertandingan tersebut terpaksa ditunda dikarenakan lapangan yang tergenang air. Membuat Ali Dia masih dapat merasakan hari-hari indahnya bergabung dengan klub Premier League Southampton. 

Selang beberapa hari kemudian Southampton dijadwalkan bertandang ke markas Leeds United di Elland Road, seperti biasa Grame Souness terlihat sibuk mempersiapkan tim jelang laga melawan Leeds. ketika susunan line up dibacakan ada hal yang menakjubkan, akhirnya Ali Dia dapat mewujudkan Mimpi nya duduk di bangku cadangan sebuah klub Premier League, sebuah hal yang mungkin tidak Dia bayangkan sebelumnya. 

Pertandingan pun berlangsung normal pemain bersalaman dan Ali Dia duduk di bangku cadangan klub, hingga akhirnya di menit 32 episode klimaks dari seluruh kisah diatas tercipta. Bintang sekaligus legenda Southampton Matthew Le Tessier atau yang kerap disapa Matt Le Tessier terlihat mengalami cedera hamstring yang cukup parah dan mengakibatkan ia tidak dapat melanjutkan pertandingan. 

Souness pun berjudi dengan memasukan Ali Dia sekalipun Souness belum pernah melihat performa Dia di level pertandingan. Selanjutnya pertandingan itu bagaikan lelucon, betapa tidak seseorang yang mungkin adalah Pemain Tingkat RT bermain di sebuah pertandingan resmi Liga Besar Eropa. 

Ali Dia bermain seperti rusa yang berlari-lari di lapangan tanpa arah dan bahkan Dia terlihat kurang piawai dalam mengolah bola. Penonton, Pemain hingga jajaran manajemen Southampton terkejut, dan dapat ditebak Grame Souness pun gusar bukan kepalang. akhirnya setelah 53 menit bermain Ali Dia diganti di menit ke-85 oleh pemain Southampton lainnya Ken Monkou. Pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Leeds United dengan skor 2-0.

Selepas laga, Souness akhirnya membuka suara dan mengaku telah sadar sudah ditipu oleh Ali Dia tapi ia tak punya pilihan karena badai cedera.

“Intinya adalah kami telah melihatnya di latihan dan kami sudah memutuskan bahwa ia tidak cukup bagus. Tapi kemudian saat latihan kami mendapatkan masalah dengan Le Tiss, dan di waktu yang sama tiga penyerang lain pun cedera”, ucap Souness.

Legenda Southampton pun ikut angkat bicara mengenai Ali Dia yang menggantikannya di laga tersebut.

“Saya tidak pernah menyaksikan hal semacam ini selama 16 tahun berkarier sebagai pemain Southampton. Ia seperti ayam tanpa kepala, tapi yang paling lucu adalah ia berlari ke daerah di mana tidak ada bola. Saya rasa ia mencoba menghindarinya”, ungkap Le Tissier.

Selang beberapa hari setelah pertandingan, seperti dapat ditebak akhirnya kontrak Ali Dia diputus, pihak klub mengkonfirmasi bahwa Ali Dia diputus kontraknya karena Cedera Parah yang tidak dapat disembuhkan, namun diketahui cerita tersebut bohong untuk menutup malu pihak klub akibat kasus tersebut. 

Setelah kasus itu terjadi surat kabar di Inggris juga menjadi heboh dan ramai-ramai ingin menyelidiki siapa sebenarnya Ali Dia. Akhirnya satu persatu kebohongan seorang Ali Dia terkuak, diketahui Dia hanya pernah bermain di beberapa klub amatir di Prancis dan Jerman.

Selain itu,  seiring Southampton melepas Ali Dia, kebenaran pun mulai terungkap bahwa George Weah tidak pernah menelpon Souness. Bisa dipastikan Souness dan Southampton telah ditipu oleh Ali Dia dan sosok misterius yang mengaku sebagai George Weah.

Petualangannya di Inggris dimulai ketika dia mencoba peruntungan trial ke beberapa klub seperti Port Vale, Gillingham dan Bournemouth yang keseluruhannya berakhir dengan kegagalan dan akhirnya setelah kegagalan itu Ali Dia begabung dengan klub amatir Blyth Spartans dimana di klub tersebut Dia hanya bermain 1 kali dan itu pun sebagai pemain pengganti.

Mungkin jika penipuan itu dilakukan saat ini, rasanya akan sulit terjadi karena pendeteksian akan mudah dilakukan sehingga penipuan terbesar Ali Dia di Liga Inggris seharusnya tak perlu terjadi dan hanya menjadi lelucon saja.